Sabtu, 12 Mei 2012

pengertian teknik analisis data


Tahap Analisis Data
            Tahap analisis data ada 3 yaitu:
1.      Konsep dasar
2.      Menentukan tema dan merumuskan hipotesis
3.      Bekerja dengan hipotesis
1.         Konsep dasar
Konsep dasar dalam hal ini akan mempersoalkan pengertian, waktu pelaksanaan, maksud dan tujuan serta kedudukan analisis data.
Analisis data, menurut Platto(1980:268), adalah proses mengatur data, mengorganisasikannya kedalam suatu pola, kategoridan satuan uraian dasar. Ia membedakannya dengan penfsiran yaitu memberikan arti yang signifikan terhadap analisis, menjelaskan pola uraian dan mencari hubungan diantara dimensi-dimensi uraian. Bodgan dan Taylor (1975:79) mendefinisikan analisis data sebagai proses yang merinci usaha formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis seperti yang disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan pada tema dan hipotesis itu. Dengan demikian dapat disintesiskan menjadi: Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data.
Pekerjaan analisis data ini adalah mengatur , mengurutkan , mengelompokkan, memberikan kode, dan mengategorikannya yang bertujuan menemukan tema dan hipotesis kerja. Analisis data dilakukan dalam suatu proses. Proses berarti pelaksanaan dimulai sejak pengumpulan data dan dikerjakan secara intensif dan secepatnya agar data tersebut tidak kadaluarsa.
2.      Menemukan tema dan merumuskan hipotesis
Menurut badgan dan taylor (1975:82-85) menganjurkan beberapa petunjuk untuk diiikuti seperti yang dikemukakan berikut ini:
a)      Bacalah dengan teliti catatan lapangan anda
Seluruh data baik yang berasala dari pengamatan berperan serta, wawancara, komentar peneliti sendiri, gambar/foto, dokumen, hendaknya dibaca dan ditelaah secra mendalam. Judul yang secara sengaja/ tidak sengaja ditolak/ disenangi oleh subjek hendaknnya mendapat perhatian khusus. Jika mungkin, berilah kesempatan pada orang lain untuk membacanya karena dari hasil pembacaan orang lain mungkin dapat ditemukan sesuatu yang tidak diperoleh atau diligat oleh peneliti
b)      Beri kode pada beberapa judul pembicaraan tertentu
Jika peneliti menelaah dengan teliti, ada judul-judul tertent yang akan kembali dan berulang muncul. Setelah membaca seluruhnya dan memperoleh kesan tertentu sebaiknya peneliti mulai memberi nomor tertentu pada judul yang muncul. Catatan lapangan hendaknya dikopi diberi nomor pada bagian tepi. Potong setiap alenia dan tempelkan pada kartu tertentu dan masukkan pada folder yang telah disediakan menurut kumpulan judul yang ditemukan. Potongan itu agar diberi halaman seperti halaman aslinya, setelah diberi kode data itu hendaknya dipelajari , dibaca, dan ditelaaah lagi kemudian diuji untuk dimasukkan kedalam kelompok yang akan menjadi cikal bakal tema.
c)      Susun menurut tipologi
Kerangka klasifikasi / tipologi akan bermanfaat dalam menemukan tema dan pembentukan hipotesis baca dan pelajari data. Buat catatan tentang bagaimana subjek penelitian m,engelompokkan orang dan perilakunya, apa dan bagaimana perbedaanya. Pengelompokan demikian diharapkan tidak ibuat kaku tapi dibuat dengan tepat
d)     Baca kepustakaan yang ada kaitanya dengan masalah dan latar penelitian
Selama dan sesudah pengumpulan data, kepustakaan yang berkaitan dan relevan dengan maslah studi hendaknya dipelajari. Maksudnya adalah untuk membandingkan apa yang ditemukan dari data dan apa yang dikatakan dalam kepustakaan profesional; konsep, model dan paradigma orang lain dapat pula dimanfaatkan untguk membandingkan hasil temuan dari data. Satu hal yang perlu disadari ialah bahwa apa yang dipelajari dan dibaca dari kepustakaan semuanya hendaknya diliha dari perspektif, paradigma dan asumsi peneliti sendiri.
3.      Menganalisis berdasarkan hipotesis
Usaha untuk meningkatkan kemampuan menganalisis dan meningkatkan pengertian tentang data, menurut bagdan dan taylor (1975:87-91) adalah:
-          Apakah data menunjang hipotesis
Setelah data dikelompokkan menurut hipotesis tibalah waktunya peneliti untuk menguji apakah butir-butir pada data yang dikode itu benar-benar menunjang hipotesis. Proses ini merupakan usaha untuk membandinhkan data yang menunjang dan yang tidak menunjang pada tahap ini peneliti mengharapkan bahwa cukup banyak yang menunjang ataupun yang tidak menunjang hipotesis.
Selanjutnya ialah memeriksa data dengan cermat apakah benar-benar menunjang / tidak menunjang hipotesis. Jika memang mengarah pada tidak menunjang, justru hal itu mungkin membawa peneliti untuk merumuskan hipotesis alternatif. Setelah itu ujilah sejauh mana tingkat kepercayaan terhadap hipotesis yang telah dirumuskan. Jika tingkat kepercayaan peneliti benar tinggi, maka hipotesis dipertahankan sedangkan apabila diragukan lebih baik jangan ragu untuk membuangnya.
-          Apakah data yang benar dikumpulkan atau bukan
Peneliti hendaknya menelliti apakah data yang tercatat pada cattatan lapangan benar-benar data yang dikumpulkan/ dicampur dengan pandangan peneliti/ juga sesuatu yang berasal dari subjek tapi bukan aslinya pertanyaan subjek. Hal itu hendaknya benar-benar diuji sehinggan peneliti memperoleh data yang benar-benar asli
-          Siapa yang mengatakan dan siapa yang melakukan apa
Peneliti hendaknya mengelompokkan data atas hipotesa yang ditunjang hanya oleh seorang dan ditunjang bebberappa orang. Jika sebagian besar subjek mengatakan hal yang sama, hal itu sangat diharapkan, namun jika hanya seorang atau 2 orang yang mengatakan, maka peneliti perlu berspekulasi tentang alasan mengapa sampai terjadi demikian
-          Adakah orang lain yang hadir?
Catatan atau tanggapan perlu pula diberikan dalam catatan lapangan, apakah sewaktu diadakan pengamatan ada pihak ke3 yang hadir. Catatan demikian hendaknya secara tegas membedakan apakah ada perubahan pada sikap subjek sewaktu ia sendirian dibandingkan dengan kehadiran orang lain. Kategori data hendaknya dikelompokkan diantara adanya kehadiran orang lain dan kehadiran sendiri agar benar diperoleh data yang murni.
4.      Keabsahan data
Untuk menghindari kesalahan atau kekeliruan data yang telah terkumpul,perlu dilakukan pengecekan keabsahan data. Pengecekan keabsahan data didasarkan pada kriteria deraja kepercayaan (crebility) dengan teknik trianggulasi,ketekunan pengamatan, pengecekan teman sejawat (Moleong, 2004).
Triangulasi merupakan teknik pengecekan keabsahan data yang didasarkan pada sesuatu di luar data untuk keperluan mengecek atau sebagai pembanding terhadap data yang telah ada (Moleong,200). Trigulasi yang digunakan adalah trigulasi dengan sumber, yaitu membandingkan data hasil obserfasi, hasil pekerjaan siswa dan hasil wawancara terhadap subjek yang ditekankan pada penerapan metode bantuan alat pada efektif membaca .
Ketekunan pengamatan dilakukan dengan teknik melakukan pengamatan yang diteliti, rinci dan terus menerus selama proses pembelajaran berlangsung yang diikuti dengan kegiatan wawancara secara intensif terhadap subjek agar data yang dihasilkan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Pengecekan teman sejawat/kolega dilakukan dalam bentuk diskusi mengenai proses dan hasil penelitian dengan harapan untuk memperoleh masukan baik dari segi metodelogi maupun pelaksanaan tindakan.

buku yang berkaitan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar